Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, berkat limpahan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini, alhamduilillah dapat kami selesaikan dengan tepat waktunya yang kami beri judul makalah yang berjudul “Muhammadiyah”
Dalam penyusunan makalah ini, penulis tidak lupa kami mengucapkan
terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehinggga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Dan tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada Kaka pembimbing di SETIKES Muhammadiyah Gombong yang telah membimbing kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu.
Dalam penyusunan makalah ini penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun kepada pembaca umumnyaGombong, 5 September2012Penulis
DAFTAR ISI
Sampul dalam ( soft cover)…...………………………………………………………………. i
Kata pengantar…...……………………………………………………………………………ii
Daftar isi………………………………………………………………………………………iii
BAB I Pendahuluan
I.I Latar Belakang……………………………….……………………………………………..1
I.II Rumusan Masalah……………………………………………………...………………….2
I.III Maksud dan Tujuan……………………………………………………………………….2
I.III Maksud dan Tujuan Penulisan……………………………………………………….......3
I.IV Manfaat Penulisan…………………………………………………………..……………3
BAB II
PEMBAHASAN
II.I Pengertian………………………………………………………………………………..4
II.II Pendiri Muhammadiyah…………………………………………………………………4
II.III Sejarah Lahirnya Muhammadiyah………………………………………………………5
II.IV Visi Muhammadiyah……………………………………………………………………6
II.V Misi Muhammadiyah……………………………………………………………………6
II.VI Maksud dan Tujuan Muhammdiyah……………………………………………………7
II.VII Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah……………………………………….….…..7
II.VIII Usaha-Usaha yang di Lakukan Muhammadiyah……………………………………8
II.IX Progam dan Kegiatan Muhammdiyah…………………………………………………10
II.X Hasil yang Dicapai Muhammadiyah…………………………………………………….12
BAB III
PENUTUP
III.I Kesimpulan……………………………………………………………………………..15
III.II Daftar Pustaka………………………………………
ASAL-USUL MUHAMMADIYAH
Oleh Ranny Wijayanti
BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar belakang
Perkembangan organisasi gerakan Islam di Indonesia tumbuh dan berkembang sejak dari negeri ini belum mencapai kemerdekaan secara fisik sampai pada masa reformasi sekarang ini. Perkembangannya, bahkan, kian pesat dengan dilakukannya tajdid (pembaharuan) di masing-masing gerakan Islam tersebut. Salah satu organisasi gerakan Islam itu adalah Muhammadiyah. Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Bahkan merupakan gerakan kemanusiaan terbesar di dunia di luar gerakan kemanusiaan yang dilaksanakan oleh gereja, sebagaimana disinyalir oleh seorang James L. Peacock . Di sebahagian negara di dunia, Muhammadiyah memiliki kantor cabang internasional (PCIM) seperti PCIM Kairo-Mesir, PCIM Republik Islam Iran, PCIM Khartoum–Sudan, PCIM Belanda, PCIM Jerman, PCIM Inggris, PCIM Libya, PCIM Kuala Lumpur, PCIM Perancis, PCIM Amerika Serikat, dan PCIM Jepang. PCIM-PCIM tersebut didirikan dengan berdasarkan pada SK PP Muhammadiyah . Di tanah air, Muhammadiyah tidak hanya berada di kota-kota besar, tapi telah merambah sampai ke tingkat kecamatan di seluruh Indonesia, dari mulai tingkat pusat sampai ke tingkat ranting.Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, yang berarti bahwa Warga Muhammadiyah menjadikan segala bentuk tindakan, pemikiran dan prilakunya didasarkan pada sosok seorang Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Nabi dijadikannya model (uswah al hasanah), yang sebenarnya tidak hanya bagi warga Muhammadiyah tetapi juga seluruh umat Islam bahkan bagi warga non-muslim-kaum yang tidak mempercayainya sebagai rasul sekalipun. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam memiliki cita-cita ideal yang dengan sungguh-sungguh ingin diraih, yaitu mewujudkan “masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Dengan cita-cita yang ingin diwujudkan itu, Muhammadiyah memiliki arah yang jelas dalam gerakannya, sebagaimana dikemukakan oleh DR. Haedar Nashir dalam makalah
Organisasi Islam Muhammadiyah tumbuh makin dewasa bersama organisasi Islam besar lainnya sekelas Nahdlatul Ulama (NU), merambah ke segala bentuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap mengedepankan kepentingan umat dari segi sosial-budaya, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Namun demikian, Muhammadiyah tetap selalu melakukan tajdid dalam aspek ruh al Islam (jiwa keislamannya).
I.II Rumusan Masalah
Ø Apa pengertian dari Muhammadiyah?
Ø Siapa pendiri Muhammadiyah?
Ø Bagaimana sejarah Muhammadiyah?
Ø Apa visi dari Muhammdiyah?
Ø Apa misi Muhammaiyah?
Ø Apa maksud dan tujuan Muhammadiyah didirikan?
Ø Bagaimana gagasan pembaharuan Muhammadiyah?
Ø Apa usaha-usaha yang dilakukan Muhammadiyah?
Ø Apa program dan kegiatan Muhammadiyah?
Ø Hasil apa saja yang dicapai?
I.III Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan Muhammadiyah sebagaimana disebutkan
dalam pasal 6, istilah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarat Islam yang sebenar-benarnya.
Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang menjadi tujuan dan cita-cita perjuangan Muhammadiyah itu dinyatakan dalam muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah masyarakat yang sejahtera, aman, damai, makmur, dan bahagia yag diwujudkan diatas keadilan, kejujuran dan gotong royong dengan bersandingan hukum Allah yang sebenar-benarnya, lepas dari pengaruh syaitan dan hawa nafsu.
I.IV Maksud dan Tujuan Penulisan
Maksud pembuatan makalah ini yaitu memberikan penjelasan siapa pendiri Muhammadiyah, bagaimana berdirinya Muhammadiyah, sejarah,visi dan misi Muhammadiyah, program dan kegiatan Muhammadiyah. Tujuan dari makalah ini yaitu agar pembaca tau asal usul dari Muhammadiyah.
I.V Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini yaitu memberi tahu kepada pembaca agar mengenal Muhammadiyah lebih jauh. Dan mengerti apa pengertian dari
Muhammadiyah itu sendiri, visi dan misi dari Muhammadiyah, serta program-program dan kegiatan apa saja yang dilakukan Muhammadiyah.
BAB II
PEMBAHASAN
II.I Pengertian
Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan , menurut bahasa Muhammdiyah dapat diartikan pengikut nabi dan rasulullah nabi Muhammad SAW, secara bahasa dapat dikatakan bahwa semua umat Islam adalah Muhammdiyah.
Menurut istilah, dapat diberi batasan pengertian bahwa Muhammadiyah adalah organisasi islam yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlam dengan maksud agar umat islam di Indonesia daam melaksanakan ajaran Islam sesuai dengan ditintunkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Dalam ADM Pasal (1), Muhammadiyah adalah gerakan Islam, da’wah amarmaruf nahi mukar dan tasjid. Sedangkan dalam bab dan pasal yang sama ayat ditegaskan bahwa Muhammadiyah berasal dari Muhammadiyah. Kalau pasal (1) dan (2) memperoleh pengertian, Muhammdiyah adalah gerakan islam da’wah amar ma’ruf nahi munkar dan tasjid bersumber pada Al –Quran dan As-Sunnag serta berasas islam.
II.II Pendiri Muhammadiyah
Ki Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah adalah satu nama yang berhubungan erat. Antara satu dan lainnya tidak dapat dipisahkan. Jika disebut nama KH Ahmad Dahlan kita akan menyebut nama Muhammadiyah, kita teringat nama KH Ahmad Dahlam . sebab KH Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah. Demikian pula, jika disebut Muhammadiyah, kita teringat nama KH Ahmad Dahlan selain sebagai pendiri, juga sekaligus pendiri pertama
yang memimpin langsung Muhammadiyah sejak didirikan pada tahun 1912 sampai 1923. Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijah 1330H atau yang bertepatan pada tanggal 18 November 1912M di Yogyakarta untuk jangka waktu yang tidak tebatas .
II.III Sejarah Muhammadiyah
Organisasi Islam Muhammadiyah yang kini lebih dikenal dengan sebutan Persyarikatan Muhammadiyah, didirikan oleh Muhammad Darwis-yang kemudian dikenal dengan nama K.H. Ahmad Dahlan, di Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 Nopember 1912. Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist. Pada masa kepemimpinan KH. Ahmad Dahlan (1912-1922), daerah pengaruh Muhammadiyah masih terbatas di karesidenan Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, dan Pekajangan. Selain Yogya, cabang-cabang Muhammadiyah berdiri di kota-kota tersebut pada tahun 1922. Pada tahun 1925, Abdul Karim Amrullah membawa Muhammadiyah ke Sumatera Barat dengan membuka cabang di Sungai Batang, Agam. Dalam tempo yang relatif singkat, arus gelombang Muhammadiyah telah menyebar ke seluruh Sumatera Barat, dan dari daerah inilah kemudian Muhammadiyah bergerak ke seluruh Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.Pada tahun 1938, Muhammadiyah telah tersebar keseluruh Indonesia.
KH A Dahlan memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922 dimana saat itu masih menggunakan sistem permusyawaratan rapat tahunan. Pada rapat tahun ke 11, Pemimpin Muhammadiyah dipegang oleh KH Ibrahim yang kemudian memegang Muhammadiyah hingga tahun 1934. Rapat Tahunan itu sendiri kemudian berubah menjadi Konggres Tahunan pada tahun 1926 yang di kemudian hari berubah menjadi Muktamar tiga tahunan dan seperti saat ini Menjadi Muktamar 5 tahunan.
Di samping itu, Muhammadiyah juga mendirikan organisasi untuk kaum perempuan dengan Nama 'Aisyiyah yang disitulah Istri KH. A. Dahlan, yakani Nyi Walidah Ahmad Dahlan berperan serta aktif dan sempat juga menjadi pemimpinnya.
Daftar Pimpinan Muhammadiyah Indonesia sejak berdirinya sampai sekarang, yang dapat penulis susun adalah:
Ø KH Ahmad Dahlan 1912-1922
Ø KH Ibrahim 1923-1934
Ø KH Hisyam 1935-1936
Ø KH Mas Mansur 1937-1941
Ø Ki Bagus Handikusuma 1942- 1953
Ø Buya AR Sultan Mansur 1956
Ø HM Yunus Anis 1959
Ø KH Ahmad Badawi 1962-1965
Ø KH Faqih Usman 1968
Ø KH AR Fachruddin 1971-1985
Ø KH Azhar Basyi, M.A 1990
Ø Prof Dr. H. M. Amien Rais 1995
Ø Prof Dr. H.A Syafii Ma’arif 1998-2005
Ø Prof Dr. HM Din Syamsuddin 2005-2010
II.IV Visi Muhammadiyah
Muhammadiyah mempunyai visi sebagai berikut :
Ø Muhammadiyah gerakan Islam yang berlandaskan Al’ Quran dan As-Sunnag dengan watak tasjid yang memiliki setiasa istigamah dan aktif dalam melaksanakan da’wah Islam amar ma’ruf nahi munkar disegala bidang sehingga menjadi rahmat lilamin bagi umat bangsa dan dunia.
II.V Misi Muhammadiyah
Muhammadiyah sebagi gerakan Islam dan da’wah amar mar’uf nahimunkar memiliki misi yang mulia dalam kehidupan sebagai berikut:
Ø Menegakan keyakinan tauhid yang murni sesuai dengan ajaran Allah
Ø Menyebarluaskan ajaran Islam yang bersumber Al-Qur’an, sebagai kitab Allah yang terakhir untuk manusia dan sunnah rassul.
Ø Mewujudkan amalan- amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.
II.VI Maksud dan Tujuan Muhammadiyah
Maksud dan tujuan Muhammadiyah sebagaimana yang telah dirumuskan dalam anggaran dasar Muhammadiyah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Menegakkan, berarti membuat dan mengupayakan agar tetap tegak dan tidak condong apalagi roboh; yang semua itu dapat terealisasikan manakala sesuatu yang ditegakkan tersebut diletakkan diatas fondasi, landasan, atau asas yang kokoh dan solid.
Menjunjung tinggi, berarti membawa atau menjunjung diatas segala-galanya, mengindahkan serta menghormatinya.
Agama islam, yaitu agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasulnya sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang zaman, serta menjamin kesejahteraan hakiki duniawi maupun ukhrawi.
Terwujud, berarti menjadi satu kenyataan akan adanya atau akan wujudnya.
Masyarakat utama yaitu masyarakat yang senangtiasa mengejar keutamaan dan kemaslahatan untuk kepentingan hidup umat manusia, masyarakat yang selalu bersikap takzim terhadap Allah, Tuhan yang Maha kuasa, mengindahkan dengan penugh keikhlasan terhadap ajaran-ajarannya.
Adil dan makmur, yaitu suatu kondisi masyarakat yang didalamnya terpenuhi dua kebutuhan hidup yang pokok, yaitu : Adil, makmur, dan yang di Ridhai Allah Subhanahu Whata’ala.
II.VII Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah
Penyebutan Muhammadiyah sebagai gerakan sosial-relligius memang sangat beralasan mengingat Muhammadiyah banyak berperan penting dalam perubahan kehidupan sosial keagamaan di Indonesia sejak awal berdirinya. Bahkan menurut pengamat sosial, Alfian (1989), Muhammadiyah turut memainkan tiga peran penting yang saling berkaitan, yaitu sebagai reformis-religious, sebagai agen perubahan sosial (agent of social change ) dan sebagai kekuatan politik.
Nama-nama lain yang juga sering diberikan kepada Muhammadiyah adalah seperti “gerakan Islam”, gerakan dakwah, dan gerakan Tasjid. Walau pendiri dan para tokoh awal Muhammadiyah tidak menamakan organisasi ini sebagai gerakan pembaharuan (tajdid ), namun kemudian para penulis sejarah memberikan identitas tersebut. Oleh karena itu, dipandang perlu bagi Muhammadiyah untuk merumuskan istilah tersebut.
Pada tahun 1968, Muhammadiyah telah berusaha merumuskan pengertian tajdid itu sebagai berikut ;
“Perkataan tasjid mempunyai dua makna, ialah dilihat dari segi sasarannya.
Pertama , berarti pembaharuan yang bermakna mengembalikan kepada aslinya; yakni apabila tajdid itu sasarannya mengenai soal-soal yang mempunyai sandaran, dasar, landasan, dan sumber yang tidak berubah. Kedua , berarti pembaharuan yang bermakna modernisasi, yakni apabila mempunyai sandaran dasar, seperti metode, system, teknik, strategi, dan lain-lain, untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu.
II.VIII Usaha-Usaha yang di Lakukan Muhammadiyah
Dalam mencapai maksud dan tujuan serta mewujudkan misi yang ideal itu, Muhammadiyah melakukan usaha-usaha yang bersifat pokok yang kemudian diwujudkan dalam amal usaha, program, dan berbagai kegiatan. Adapun usaha-usaha Muhammadiyah sebagaimana yang tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah adalah sebagai berikut ;
Ø Menanamkan keyakinan, memperdalam dan memperluas pemahaman, meningkatkan pengamalan, serta menyebar luaskan ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan.
Ø Memperdalam dan mengembangkan pengkajian ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan untuk mendapatkan kemurnian dan kebenarannya.
Ø Meningkatkan semangat ibadah, jihad, zakat, infak, wakaf, shadaqah, hibah, dan amal shalih lainnya.
Ø Meningkatkan harkat, martabat, dan kualitas sumber daya Manusia agar berkemampuan tinggi serta berakhlak mulia
Ø Memajukan dan memperbaharui pendidikan dan kebudayaan, mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta meningkatkan penelitian
Ø Memajukan perekonomian dan kewirausahaan kea rah perbaikan hidup yang berkualitas
Ø Meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
Ø Memelihara, mengembangkan, dan mendaya gunakan sumber daya alam dan lingkungan untuk keesejahteraan
Ø Mengembangkan komunikasi, ukhuwah, dan kerja sama dalam berbabergai didang dan kelangan masyarakat dalam dan luar negeri.
Ø Memelihara keutuhan Bangsa serta berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ø Membina dan meningkatkan kualitas serta kuantitas anggota sebagai pelaku gerakan.
Ø Mengembangkan sarana, prasarana, dan sumber dana untuk mensukseskan gerakan, dan,
Ø Mengupayakan penegakan hokum, keadilan, dan kebenaran serta meningkatkan pembelaan terhadap masyarakat.
II.IX Program dan Kegiatan Muhammadiyah
Pemikiran-pemikiran yang menjadi alat pendewasaan Muhammadiyah dalam segala bentuk usahanya diwujudkan dalam penerapan amal usaha, program dan kegiatan yang meliputi:
Ø Menanamkan keyakinan, memperdalam dan memperluas pemahaman, meningkatkan pengamalan, serta menyebarluaskan ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan.
Ø Memperdalam dan mengembangkan pengkajian ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan untuk mendapatkan kemurnian dan kebenarannya.
Ø Meningkatkan semangat ibadah, jihad, zakat, infak, wakaf, shadaqah, hibah, dan amal shalih lainnya.
Ø Meningkatkan harkat, martabat, dan kualitas sumberdaya manusia agar berkemampuan tinggi serta berakhlaq mulia.
Ø Memajukan dan memperbaharui pendidikan dan kebudayaan, mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta meningkatkan penelitian.
Ø Memajukan perekonomian dan kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yang berkualitas
Ø Meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ø Memelihara, mengembangkan, dan mendayagunakan sumberdaya alam dan lingkungan untuk kesejahteraan.
Ø Mengembangkan komunikasi, ukhuwah, dan kerjasama dalam berbagai bidang dan kalangan masyarakat dalam dan luar negeri.
Ø Memelihara keutuhan bangsa serta berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ø Membina dan meningkatkan kualitas serta kuantitas anggota sebagai pelaku gerakan.
Ø Mengembangkan sarana, prasarana, dan sumber dana untuk mensukseskan gerakan.
Ø Mengupayakan penegakan hukum, keadilan, dan kebenaran serta meningkatkan pembelaan terhadap masyarakat.
Ø Usaha-usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Muhammadiyah
Sehingga secara garis besar, perwujudan pemikiran-pemikiran tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa amal usaha, antara lain yaitu : da'wah amar ma'ruf nahi munkar, amal usaha bidang pendidikan, amal usaha bidang sosial, amal usaha bidang kesehatan, dan lain-lain.
II.X Hasil yang Dicapai Muhammadiyah
Hasil beberapa hasil yang dicapai Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan dan soaial gerak langkah organisasi Muhammadiyah dalam amal usahanya telah banyak dirasakan oleh berbagai kalangan. Hal ini diakui, terutama oleh pemerintah, sangat membantu pemberdayaan dan kondisi masyarakat luas saat ini. Dalam bidang pendidikan misalnya, hingga tahun 2000 ormas Islam Muhammadiyah telah memiliki 3.979 taman kanak-kanak, 33 taman pendidikan Alquran, 6 sekolah luar biasa, 940 sekolah dasar, 1.332 madrasah diniyah/ibtidaiyah, 2.143 sekolah lanjutan tingkat pertama (SMP dan MTs), 979 sekolah lanjutan tingkat atas (SMA, MA, SMK), 101 sekolah kejuruan, 13 mualimin/mualimat, 3 sekolah menengah farmasi, serta 64 pondok pesantren. Dalam bidang pendidikan tinggi, hingga tahun ini Muhammadiyah memiliki 36 universitas, 72 sekolah tinggi, 54 akademi, dan 4 politeknik (Data Cahgemawang, 2009). Nama-nama seperti Bustanul Athfal/TK Muhammadiyah, SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah, dan Universitas Muhammadiyah bermunculan di berbagai daerah. Dalam amal usaha bidang kesehatan, Muhammadiyah telah dan terus mengembangkan layanan kesehatan masyarakat, sebagai bentuk kepedulian. Balai-balai pengobatan seperti rumah sakit PKU (Pembina Kesejahteraan Umat) Muhammadiyah, yang pada masa berdirinya Muhammadiyah bernama PKO (Penolong Kesengsaraan Oemat), kini mulai meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya. Berdasarkan buku Profil dan Direktori Amal Usaha Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Bidang Kesehatan pada tahun 1997, sebagai berikut:
Ø Rumah sakit berjumlah 34
Ø Rumah bersalin berjumllah 85
Ø Balai Kesehatan Ibu dan Anak berjumlah 50
Ø Balai Kesehatan Masyarakat berjumlah 11
Ø Balai Pengobatan berjumlah 84
Ø Apotek dan KB berjumlah 4
Ø Institusi Pendidikan berjumlah 54
Pada tahun 2009 diperkiran jumlah fisik balai pengobatan Muhammaiyah lebih banyak lagi seiring dengan makin berkembangnya usaha-usaha yang diselenggarakan oleh persyarikatan Muhammadiyah.Adapun Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial, telah mendirikan lembaga amal usaha sosial dalam bentuk panti sosial Muhammadiyah, sebagai wujud kepedulian persyarikatan Muhammadiyah dalam menghadapi permasalahan kemiskinan, pembodohan dan meningkatnya jumlah anak yatim piatu dan anak terlantar. Dalam hal ini Muhammdiyah terinspirasi dan berpijak pada QS Al-Ma'un. Panti sosial Muhammadiyah sebagai lembaga pelayanan di masyarakat, memiliki perangkat dan sistem serta mekanisme pelayanan,yang diharapkan akan lebih menjamin efektifitas pelayanan.
Selanjutnya dalam bidang kesejahteraan sosial ini, hingga tahun 2000 Muhammadiyah telah memiliki 228 panti asuhan yatim, 18 panti jompo, 22 balai kesehatan sosial, 161 santunan keluarga, 5 panti wreda/manula, 13 santunan wreda/manula, 1 panti cacat netra, 38 santunan kematian, serta 15 BPKM (Balai Pendidikan Dan Keterampilan Muhammadiyah).
Forum Panti Sosial Muhammadiyah-Aisyiyah (Forpama) yang dibentuk untuk Periode 2007 s.d 2010, sejak diberikan tanggungjawab, terus melakukan berbagai macam terobosan dan langkah-langkah strategis untuk menjadikan panti sosial Muhammadiyah-Aisyiyah sebagai lembaga profesionalisme, prima dalam kualitas pelayanan dan memiliki keteguhan komitmen dalam pembinaan anak-anak asuh panti sosial Muhammadiyah-Aisyiyah yang berjumlah lebih dari 22.000 anak se-Indonesia dari 351 kelembagaan Panti Sosial Muhammadiyah-Aisyiyah (Direktori Forpama, 2008). Dengan demikian anak asuh Panti Sosial Muhammadiyah-‘Aisyiyah menjadi labor kader utama guna membangun sumber daya insani yang berkualitas di Persyarikatan Muhammadiyah. Demikian pula hasil-hasil amal usaha yang lain yang telah dicapai oleh persyarikatan Muhammadiyah, seperti bidang tarjih, ekonomi, dll.
BAB III
PENUTUP
III.I Kesimpulan
Sebagai sebuah gerakan Islam yang lahir pada tahun 1912 Masehi dan kini hampir memasuki usia 100 tahun, telah banyak yang dilakukan oleh Muhammadiyah bagi masyarakat dan bangsa Indonesia secara luas. Sehingga harus diakui bahwa Muhammadiyah memiliki kontribusi dan perhatian yang cukup besar dalam dinamika kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Persyarikatan Muhammadiyah telah menempuh berbagai usaha meliputi bidang dakwah, sosial, pendidikan, ekonomi, politik, dan sebagainya, yang secara operasional dilaksanakan melalui berbagai institusi organisasi seperti majelis, badan, dan amal usaha yang didirikannya.
Peningkatan jumlah yang demikian spektakuler tidak dapat menutup kenyataan lain di seputar perkembangan amal usaha Muhammadiyah, yaitu kualitas amal usaha tersebut. Harus diakui, amal usaha Muhammadiyah untuk hal kualitas mengalami dua masalah sekaligus. Pertama, keterlambatan pertumbuhan kualitas dibandingkan dengan penambahan jumlah yang spektakuler. Kedua, ketidakmerataan pengembangan mutu lembaga pendidikan. Oleh karenanya, untuk membenahi masalah ini, kehadiran kontribusi pemikiran dan gerakan nyata dari berbagai kalangan mutlak diperlukan. Ingat, Muhammadiyah adalah gerakan sosial yang kepedualiannya ditunggu masarakat luas.
Muhammadiyah difahami, bahwa demikian banyak empowerment measures (ukuran pemberdayaan) atau centennial revitalizating (revitalisasi ultahnya yang ke 100 tahun) yang harus dilaksanakan oleh gerakan transformasi ini. Revitalisasi di bidang theologi, ideology, pemikiran, organisasi, kepemimpinan, amal usaha dan aksi, semuanya diletakkan dalam konteks pemahaman kembali akan tujuan membangun umat.
Akhirnya, sebagai organisasi sosial keagamaan, Muhammadiyah perlu kita dukung, meski organisasi kita berbeda. Terlebih Muhammadiyah sebagai gerakan, dalam mengikuti perkembangan dan perubahan, senantiasa mempunyai kepentingan untuk melaksanakan amar ma'ruf nahi-mungkar, serta menyelenggarakan gerakan dan amal usaha yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sebagai usaha Muhammadiyah untuk mencapai tujuannya, yakni: "menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.
III.II Daftar Pustaka
Anonym. 1997. Profil & Direktori Amal Usaha Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Bidang Kesehatan. Jakarta: Pusat Data Minaco Adv.
Azhar, M. 2005. Posmodernisme Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah
http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah
http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia
http://philtar.ucsm.ac.uk/encyclopedia/indon/muham.html
http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=35
http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=17&Itemid=74
http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=14&Itemid=77
http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=35
http://www.muhammadiyah.or.id_PDF_POWERED_PDF_GENERATED
Maarif, Ahmad Syafii. 2007. Strategi Dakwah Muhammadiyah. Masa Lalu, Kini dan Masa Depan dalam Prespektif Kebudayaan. Yogyakarta.
Markus, Sudibyo. 2008. MUHAMMADIYAH-Dari Gerakan Pembaharuan ke Gerakan Amal Usaha. Adobe reader
PP Muhammadiyah. 2005. Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah Ke 45. Malang.
Ricklefs, MC. 1991. A History of Modern Indonesia since c.1300- 2nd Edition. Stanford: Stanford University Press.